Selasa, 10 Oktober 2023

Sabtu, 07 Oktober 2023

Desain Xbanner Wisuda Mahasiswa Format CDR

Kali ini admin akan berbagi sebuah template xbanner sederhana yang dapat di edit pada aplikasi CorelDrawX7 dengan ukuran 60x160cm. Admin akan memberikan 2 format file yaitu CDR dan PDF. Silahkan download menggunakan link dibawah :


---LINK DONWLOAD FORMAT CDR---

---LINK DONWLOAD FORMAT PDF---




Desain Spanduk Wedang Ronde Format CDR

Kali ini admin akan berbagi sebuah template sederhana yang dapat di edit pada aplikasi CorelDrawX7 dengan ukuran 3:1. Admin akan memberikan 2 format file yaitu CDR dan PDF. Silahkan download menggunakan link dibawah :


---LINK DONWLOAD FORMAT CDR---

---LINK DONWLOAD FORMAT PDF---




Rabu, 31 Agustus 2022

Cara Menginstall VLC di AlmaLinux 9

 

preview tutorial instalasi vlc di almalinux

    Kali ini admin ingin membagikan sebuah tutorial bagaimana cara menginstall VLC di AlmaLinux. Mimin ingin menjelaskan secara singkat AlmaLinux ini. Jadi AlmaLinux merupakan distro yang di buat oleh perusahaan CloudLinux yang kompatibel dengan RHEL yang merupakan sebuah distro yang biasa digunakan di rentang perusahaan. Alasan kuat yang mendasari terbentuknya AlmaLinux adalah karena perasaan kecewa atas berubahnya kebijakan dari CentOS. Dengan adanya kebijakan baru, urutan produksi juga berubah sehingga membuat CentOS yang sekarang belum tentu kompatibel dengan RHEL (Dimulai dari CentOS Stream). 

Sebelum berubah urutan produksinya seperti ini Fedora -> RHEL -> CentOS. Apa yang akan ada di RHEL sudah pasti akan di terapkan juga di CentOS. Tetapi dengan kebijakan baru urutan produksi menjadi Fedora -> CentOS -> RHEL. Jadi dengan kebijakan baru tersebut apa yang akan ada di CentOS belum tentu digunakan di RHEL, dengan kata lain tidak kompatibel secara menyeluruh di antara keduanya. Maka terbentuklah distro baru seperti AlmaLinux ini.

Langsung saja ke langkah-langkahnya, menginstall dengan Command Line :

1. Enable RPM Repository

$ sudo dnf install --nogpgcheck https://dl.fedoraproject.org/pub/epel/epel-release-latest-$(rpm -E %rhel).noarch.rpm

$ sudo dnf install --nogpgcheck https://mirrors.rpmfusion.org/free/el/rpmfusion-free-release-$(rpm -E %rhel).noarch.rpm https://mirrors.rpmfusion.org/nonfree/el/rpmfusion-nonfree-release-$(rpm -E %rhel).noarch.rpm

2. Enable EPEL Repository

$ dnf config-manager --set-enabled crb

$ dnf install epel-release

3. Update Repository

$ sudo dnf update 

4.  Cek ketersediaan VLC

$ sudo dnf info vlc

5. Install VLC

$ sudo dnf install vlc

Cara di atas juga bisa di terapkan di Rocky Linux yang kompatibel 1:1 binari dengan RHEL. Sekian dari admin semoga bermanfaat

Referensi:
https://rpmfusion.org/
https://docs.fedoraproject.org/

Jumat, 05 Agustus 2022

Cara Burn File ISO menggunakan balenaEtcher

    balenaEtcher sendiri merupakan software burning serupa dengan rufus. Dapat berjalan di sistem operasi Linux, Windows, dan MacOs. Kalian dapat mendownloadnya disini

Langsung saja menuju langkah-langkah installasi :

1. Setelah file selesai di download dan terinstall di komputer kalian jalankan seperti biasa. Lalu pilih "Flash from file" jika file iso kalian telah ter-download. dan setelah itu pilih file yang akan di burning.



2. Pastikan usb kalian sudah sesuai, dan jika belum bisa klik tombol "Change"



3. Setelah itu tekan tombol Flash! dan kalian tinggal menunggu prosesnya selesai.



Mungkin itu dulu artikel singkat dari admin, dan semoga bermanfaat. Happy ngulik !


Selasa, 09 November 2021

Review Singkat Distro Linux NixOS

 


Sistem Operasi NixOs menggunakan herbstluftwm



Kali ini admin akan membahas salah satu distro yang mempunyai segudang inovasi dan jarang dibahas oleh kebanyakan orang, namanya adalah NixOS. Distro ini termasuk golongan yang unik, kenapa demikian? Karena distro linux yang satu ini mempunyai tata struktur sistem yang berbeda dari distro lainnya. NixOs menggunakan symlink untuk mengorganisir software yang terinstall. Dengan adanya hal ini, suatu software dapat dengan mudah di downgrade jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mulai dari menginstal sistem operasi sampai mengkonfigurasi sistem. Semua hal tersebut dapat kita atur di satu file yang terdapat pada /etc/nixos/configuration.nix. Diambil dari website resminya:

Nix adalah manajer paket yang berfungsi murni. Ini berarti bahwa ia memperlakukan paket seperti nilai dalam bahasa pemrograman yang berfungsi murni seperti Haskell — mereka dibangun oleh fungsi yang tidak memiliki efek samping, dan tidak pernah berubah setelah dibuat. Nix menyimpan paket di Nix store, biasanya direktori /nix/store, di mana setiap paket memiliki subdirektori uniknya sendiri seperti

/nix/store/b6gvzjyb2pg0kjfwrjmg1vfhh54ad73z-firefox-33.1/

di mana b6gvzjyb2pg0… adalah pengidentifikasi unik untuk paket yang menangkap semua dependensinya (ini adalah hash kriptografis dari grafik dependensi build paket). Ini memungkinkan banyak fitur canggih.

NixOs akan me-regenerate secara otomatis susunan kalimat seperti b6gvzjyb2pg0 untuk menghindari ada dua atau lebih file dalam sistem, atau bisa juga dikatakan sebagai kunci unik. Sehingga kita dapat membuat berbagai versi dari sebuah software.

Major Upgrade dan Rollback

Karena sistem manajemen yang tidak saling menimpa, melainkan membuat jalur yang berbeda bagi versi yang baru dari suatu file sistem. Ini memungkinkan bagi pengguna untuk upgrade secara menyeluruh maupun rollback (kembali ke versi sebelumnya) secara menyeluruh. 

Terus apa bedanya dengan timeshift min? Setelah beberapa bulan menggunakan, terasa sekali perbedaan pada penggunaan penyimpanan dan kecepatan dalam rollback ke restore point sebelumnya. Saya bahkan mempunyai versi rollback dari restore point 1 sampai 30 dengan penyimpanan 60gb. Sedangkan saat saya menggunakan timeshift (tested on linux mint) sekali membuat restore point, penyimpanan sebanyak 80gb hampir penuh (yang di backup hanya aplikasi saja, tidak termasuk file pribadi). Dan malah lebih banyak desktop dan wm yang saya install pada NixOS.

Mungkin itu saja untuk kali ini, mimin sendiri berharap distro yang satu ini semakin berkembang dan mimin sendiri percaya banyak potensi yang terdapat pada distro NixOS ini

Rabu, 10 Februari 2021

Cara Backup dan Restore Aplikasi yang Telah Terinstall di Arch Linux

    Baiklah kali ini saya kembali dengan artikel singkat yang tentu saja sangat berguna bagi kalian yang baru saja menginstall Arch linux di komputer lain dan berharap mendapatkan semua aplikasi yang telah terinstall di komputer arch linux kalian.


Tujuan : mem-backup dan me-restore aplikasi.


1. Backup terlebih dahulu aplikasi kalian

$ pacman -Qqen > pkglist.txt

Berikut isi dari file pkglist.txt 

2. Setelah itu kalian dapat me-restore/ mengembalikannya dengan perintah berikut
#  pacman -S --needed $(comm -12 <(pacman -Slq|sort) <(sort pkglist.txt) )


See you on the next tutorial... 


note: shell yang digunakan adalah bash, semenjak artikel ini dibuat shell fish belum support dengan command diatas

Selasa, 02 Februari 2021

Cara Mengaktifkan tap-to-click Pada Touchpad di Linux

     Baiklah, kali ini saya akan berbagi ilmu singkat untuk mengaktifkan tap-to-click di touchpad. Biasanya tap-to-click tidak bisa langsung digunakan di window manager/WM dan tidak ada tampilan interface untuk mengaturnya. Contoh WM-nya seperti openbox, i3wm, icewm dll. Tujuan dari dibuatnya artikel ini karena banyak tutorial yang membahas masalah ini terlalu out-of-date. Sehingga banyak problem yang muncul setelahnya.

   Sebelumnya silahkan install dulu  xf86-input-libinput. Dan juga hapus dahulu  xf86-input-synaptics, karena paket ini sudah lama tidak di update.

 

1. Buat dulu file untuk konfigurasinya

# touch /etc/X11/xorg.conf./30-touchpad.conf

2. Edit filenya, bebas bisa menggunakan text editor favorit kalian. Disini saya menggunakan nano

#  nano /etc/X11/xorg.conf./30-touchpad.conf

 3. Isi dengan konfigurasi dibawah

Section "InputClass"
    Identifier "tap-by-default"
    Driver "libinput"
    MatchIsTouchpad "on"
    Option "Tapping" "on"
    Option "ScrollMethod" "twofinger"
EndSection

4. lalu reboot

 

   Kalian bisa scroll menggunakan dua jari, untuk penjelasan lebih lengkapnya silahkan ikuti tutorial disini. Sekian untuk artikel kali ini dan terima kasih telah meluangkan waktu kalian, semoga ilmu ini bermanfaat.


referensi:

https://github.com/freedesktop/xorg-xf86-input-synaptics

https://wiki.archlinux.org/index.php/Libinput#Installation

https://xtrymind.wordpress.com/2017/03/11/enable-tap-to-click-on-openbox/

 

 

Sabtu, 16 Januari 2021

Cara Automount Android di Arch Linux

    Baiklah kali ini saya akan memberikan tutorial, bagaimana caranya mounting /mendeteksi secara otomatis smartphone android kalian di arch linux. Arch linux mempunyai prinsip KISS(Keep it Simple Stupid), hal ini membuat para usernya untuk mencari sendiri hal apa saja yang mereka perlukan.

    Dengan prinsip ini juga kita mendapatkan sebuah sistem operasi yang paling sesuai dengan kebutuhan tanpa mempunyai paket bawaan yang pada akhirnya kita tidak gunakan dan malah menghabiskan resource dari komputer. Langsung saja kita ke tutorial:  


1. Pertama silahkan update terlebih dahulu agar mendapatkan daftar paket-paket terbaru

    sudo pacman -Syu 

2.  Jika belum menginstall git, silahkan install terlebih dahulu

sudo pacman -S git

3. Jika sudah terinstall, kalian dapat mengecek versi git 

git --version

versi git 2.30.0

4.  Kalian dapat mengkoneksikan android ke arch linux dengan protokol mtp. secara default mtp tidak diaktifkan di arch linux. Jadi kalian perlu menginstall paket tambahan yaitu mtpfs.

sudo pacman -S mtpfs

 5. Karena ada perubahan pada versi perangkat android 4+, mtpfs terkadang tidak cukup untuk menyediakan protokol mtp di arch linux. Jadi solusinya, kalian membutuhkan sebuah paket lagi agar dapat berjalan dengan lancar. Paketnya adalah jmtpfs, dan paket ini tidak tersedia di official repository (saat artikel ini dibuat). Kalian perlu pergi ke comunity repo yaitu AUR. 

pertama pergi ke folder download 

cd ~/Downloads

Untuk memudahkan kalian, saya sudah menyediakan alamat gitnya. 

git clone https://aur.archlinux.org/jmtpfs.git

Setelah selesai di clone, akan muncul folder baru dengan nama jmtpfs. Silahkan masuk ke foldernya

cd jmtpfs

Eksekusi perintah dibawah agar pacman dapat mengkompile dan menginstall jmtpfs

makepkg -si

 6. Jika sampai pada step ini, saya asumsikan jmtpfs sudah terinstall. Untuk dapat mengintegrasikan protokol mtp ke file manager sebut saja Nautilus, kalian memerlukan paket tambahan agar bisa terdeteksi secara otomatis partisi androidnya. Silahkan install gvfs-mtp

sudo pacman -S gvfs-mtp

 Kalian juga dapat menjalankan ptp support di file manager kalian (optional) dengan perintah

sudo pacman -S gvfs-gphoto2

 Silahkan restart untuk mendapatkan perubahan dengan perintah

reboot

 

Sekian untuk artikelnya, semoga ilmu ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semoga kalian terhindar dari musibah pandemi yang kita hadapi sekarang ini. Tetap semangat, and stay at open source.








 

Senin, 06 April 2020

PlayStation menggunakan Unix sebagai Sistem Operasinya?


Ternyata PlayStation menggunakan unix sebagai sistem operasinya? Benarkah demikian?


Pasti banyak yang berpendapat bahwa jika ingin bermain game sistem operasi Windows adalah pilihan terbaik. Bagaimana tidak, di Windows telah men-support berbagai macam jenis game dari a-z, tanpa mengalami kendala yang serius (Contohnya aja PC kentang... jangan sedih admin sendiri pc 🥜)

Sedangkan, Linux sendiri masih kurang dalam segi ini. Tapi admin akan menyampaikan fakta menarik yang dapat memberikan harapan bagi para pengguna Linux tercinta.

Perkenalkan... XRossMediaBar (Cell OS)


Sistem operasi ini tidak sepenuhnya Linux, melainkan saudara angkat dari Linux itu sendiri yaitu Unix-like/BSD. BSD sendiri mempunyai mekanisme sistem yang tidak jauh berbeda dengan Linux jika dibandingkan dengan Windows. Entah apa yang membuat Sony enggan menggunakan Windows (mungkin karena Microsoft  menjadi saingan Sony dengan mengeluarkan produk Xbox series).


Perangkat lunak sistem PlayStation 3 (XrossMediaBar) adalah firmware yang dapat diperbarui dan sistem operasi PlayStation 3. Basis operasi yang digunakan oleh Sony untuk PlayStation 3 adalah garpu dari FreeBSD dan NetBSD yang disebut CellOS 

Jadi...


Sekarang para pengembang Linux berusaha membuat lingkungan yang bersahabat bagi para gamer. Kita berharap kedepannya Linux juga mendapatkan kesempatan yang sama seperti SO yang lainnya.

note : bukan hanya PS 3 saja, teryata PS 4 juga menggunakan Unix-like variant dengan nama yang berbeda (Orbis OS) . Kemungkinan besar PS 5 juga menggunakan SO yang sama.

Sumber:
 https://en.m.wikipedia.org/wiki/List_of_BSD_operating_systems









Minggu, 29 Maret 2020

Debian Linux adalah Sistem Operasi dengan Celah Keamanan Terbanyak


Benarkah Demikian ?

Selama ini banyak yang salah kaprah mengenai sistem operasi kesayangan kita yang satu ini. Bagaimana tidak, jika mendengar kata-kata Linux pasti yang terbesit adalah seorang hacker dan merupakan SO yang tidak terdapat virus. Ternyata semua itu tidak sepenuhnya benar.

Menurut analisis yang di publish oleh TheBestVPN, Linux Debian merupakan SO dengan celah keamanan terbanyak dalam 20 tahun terakhir. Antara tahun 1999 sampai tahun 2019, para peneliti telah menemukan sekitar 3.067 celah keamanan. Jika di bandingkan dengan Windows server 2008, yang merupakan versi Windows dengan celah keamanan terbanyak, angka tersebut bisa dibilang jauh. Windows server 2008 mempunyai 1.421 celah keamanan.

Selalu ingat tidak ada yang sempurna

Jadi bagi kalian yang sangat memuja Linux jangan terlalu sombong. Mendownload aplikasi di sumber kurang terpercaya, mengganti repo yang unofficial sembarangan, dan lain hal sebagainya. Ingatlah bahwa Linux Debian merupakan distro yang mempunyai berbagai macam turunan dan banyak dipakai oleh khalayak umum. Untuk distro linux selain debian pun sama, karena tidak ada sistem operasi yang sempurna.

Tapiiii....

Jangan juga berkecil hati. Selalu baca pengumuman di website resmi distro linux kesayangan kalian dan ikuti semua yang dianjurkan oleh developernya. Kalian dapat membelikan "kopi" bagi teman-teman developer Linux, agar mereka tetap semangat dalam membangun komunitas yang hangat bagi pengguna setianya. See you:)

Selasa, 26 November 2019

Software Burning Anti-Mainstream untuk Linux



Selamat datang lagi para pembaca yang setia menunggu artikel kilat dari admin. Kali ini admin akan membahas software yang sering admin sendiri gunakan untuk membakar file sistem operasi ke flashdisk.

Jadi nama softwarenya sendiri adalah balenaEthcer atau nama lamanya adalah Ethcer saja. Software ini sendiri dapat digunakan di berbagai sistem operasi seperti Linux, Windows, dan Mac serta tidak terbatas oleh suatu distribusi linux karena menggunakan extensi .appimage.

Hal diatas merupakan point terpenting bagi admin, karena etcher sendiri dapat digunakan di berbagai sistem operasi (OS), sehingga kalian yang sering gonta-ganti OS atau mempunyai lebih dari satu OS dapat dengan mudah menggunakan aplikasi ini. Tampilannya sendiri sangat modern dan memudahkan penggunanya. Sejauh ini admin belum mengalami masalah seperti file yang menjadi corrupt sehingga menyebabkan gagal booting setelah menggunakan ethcer. Ethcer sendiri juga dapat digunakan untuk mambakar ke kartu sd. Dan perlu diingatkan sekali lagi bahwa software ini geratisss, kalian hanya perlu koneksi internet untuk mendownloadnya.

Jika kalian tertarik untuk mengetahuinya lebih dalam, silakan kunjungi website resmi mereka.

Klik Disini!!!

Sekian dari admin, dan jika kalian mempunyai saran artikel silahkan komen dibawah ya.... *admin out

Jumat, 08 November 2019

Drop-Down Menu Terminal dengan Yakuake



Bagi kalian yang sering menggunakan terminal, yakuake dapat menjadi pilihan kalian. Jadi apa sebenarnya yakuake ini? Yakuake adalah sebuah aplikasi agar kalian dapat dengan mudah menggunakan terminal dengan sistem tampilan drop-down menu. Jadi bagi kalian yang sering buka-tutup terminal dan suka melakukan basic task di terminal dapat dengan mudah dan lebih cepat daripada harus membuka terminal baru setiap saat.

Yakuake sendiri berbasis console KDE. Jika kalian menggunakan KDE sebagai desktop keseharian, pasti gak bakalan nyesel nyobain yang satu ini. Walaupun berbasis KDE, Yakuake bisa di install pada desktop lain bahkan WM sekalipun, terbukti admin dapat menggunakannya pada Openbox.

Mengapa menggunakan Yakuake?

- Transisi yang smooth
- Kecepatan animasi dan dimensi dapat diatur
- Performa yang lebih baik
- Tampilan yang menarik
- Pengaturan shortcut yang mudah
- Dapat dijalankan diluar KDE

Oke langsung saja, Check This Out!!!

==>Install Yakuake

Keluarga besar Ubuntu

sudo apt-get install yakuake
Keluarga besar Fedora
sudo dnf install yakuake
==> Autostart Program

Pada desktop KDE silahkan buka System Setting lalu pergi ke menu Startup and Shutdown. Silahkan masukkan yakuake ke dalam list Autostart.

 Silahkan jalankan terlebih dahulu untuk pertama kalinya menggunakan terminal.

yakuake &
Setelah itu dialog welcome akan muncul. Di situ kalian dapat mengatur tombol shortcut agar yakuake terbuka. Secara default yakuake akan terbuka dengan tombol f12. Kalian juga dapat mengaturnya nanti.


 ==> List Shortcut

Shortcut utama :

F12 = Open Yakuake
CTRL+F11 = Mode fullscreen
CTRL+) = Split atas-bawah
CTRL+( = Split kanan-kiri
CTRL+SHIFT+T = Sesi baru
SHIFT+RIGHT = Sesi selanjutnya
SHIFT+LEFT = Sesi sebelumnya
CTRL+ALT+S = Rename sesi

Berikut tampilan dari yakuake


Sekian dulu dari admin, jika ada salah kata mohon dimaafkan dan silahkan berkomentar di bawah yah !!! Thanks !!!

Kamis, 07 November 2019

Cara Membuat Terminal "Jadul" Menjadi Lebih Keren

 
Kali ini admin akan menjelaskan tutorial mengenai cara custom terminal shell bash.

Admin menggunakan Linux Fedora pada percobaan kali ini. Secara pribadi admin tidak tahu apakah cara ini juga berhasil dengan distro linux lainnya, tapi jika kalian melihat perintah-perintahnya kemungkinan besar kalian dapat mengikutinya dengan merubah perintah dnf dengan apt walaupun tidak menggunakan Linux Fedora. Ini dapat diterapkan di Linux Fedora Workstation dan Silverblue. Oke langsung cek dibawah aja!!!

Hal yang dibutuhkan

Pada Fedora Workstation
sudo dnf install git wget curl ruby ruby-devel zsh util-linux-user redhat-rpm-config gcc gcc-c++ make
Untuk Silverblue
sudo rpm-ostree install git wget curl ruby ruby-devel zsh util-linux-user redhat-rpm-config gcc gcc-c++ make
 Catatan :  Pada Fedora Silverblue, kalian harus restart terlebih dahulu sebelum melanjutkan prosesnya.

Huruf

Sebenarnya ada banyak huruf yang dapat digunakan, tapi admin hanya akan memberikan dua pilihan saja. Karena kedua huruf ini dapat menampilkan bukan hanya huruf saja, tetapi juga simbol.

Nerd-font
git clone https://github.com/ryanoasis/nerd-fonts ~/.nerd-fonts
cd .nerd-fonts 
sudo ./install.sh
Awesome-font
sudo dnf install fontawesome-fonts
untuk Silverblue
sudo rpm-ostree install fontawesome-fonts
Powerline 

Nah, ini yang berperan penting dalam customize bash kalian nanti. Powerline sendiri dapat digunakan untuk vim, bash, zsh, tmus, i3, awesome, IPython, dan Qtile.

Workstation
sudo dnf install powerline vim-powerline tmux-powerline powerline-fonts
Silverblue
sudo rpm-ostree install powerline vim-powerline tmux-powerline powerline-fonts
Catatan : Kalian harus restart lagi jika menggunakan Silverblue.

Setting menjadi default

Kalian tidak perlu atur-atur lagi setiap ingin menggunakan terminal yang telah di custom. Silahkan buka file .bashrc menggunakan editor favorit kallian. Admin disini menggunakan nano untuk mengeditnya. Tambahkan tulisan ini di bagian paling bawah file.

if [ -f `which powerline-daemon` ]; then
  powerline-daemon -q
  POWERLINE_BASH_CONTINUATION=1
  POWERLINE_BASH_SELECT=1
  . /usr/share/powerline/bash/powerline.sh
fi
Berikut tampilannya
Sekian tutorial pada kali ini, semoga bermanfaat !!!

Senin, 04 November 2019

Kenapa banyak orang yang lebih suka menggunakan Linux?




Karena belum dapat materi lagi, admin kali ini akan membuat pojok artikel baru. Disini admin akan membahas seputar hal menarik yang cocok untuk di share.

Kenapa sih Banyak Orang yang pake Linux? Kan Wi**** juga ada bajakannya?

Yah ini tergantung pendapat kalian aja. Menurut admin sendiri dengan menggunakan Linux, admin jadi lebih produktif. Kenapaaa? Yah kalo di OS sejuta umat admin sendiri merasa kurang  produktif, banyak yang mengalihkan. Contoh dikit-dikit main game dan lain sebagainya. Selain itu admin sendiri merasa ada perbedaan yang sangat besar dalam segi performa.

Di W****** biasanya admin kalau sudah buka tab kagak tanggung-tanggung, bisa sampe freeze sendiri laptop. Tapi halnya dengan Linux, walaupun terkadang sedikit lag juga, tetapi tidak separah di w******. Yah ini mungkin pengaruh dari laptop admin aja yang sudah tua.

Pemilihan distro dan desktop juga dapat memberikan efek yang besar terhadap performa laptop. Jika kalian mempunyai laptop yang jadul disarankan untuk menggunakan distro yang ringan seperti lubuntu. Dan untuk desktopnya sendiri silahkan kalian pilih yang menggunakan resources yang sedikit seperti i3, icewm, openbox, fluxbox dan lain sebagainya.

Jadi bagaimana menurut kalian? Silahkan tulis di kolom komentar!
Yah sekian dulu artikel kilatnya stay tune!!!


Kamis, 31 Oktober 2019

Cara Upgrade Fedora 30 ke Fedora 31



Setelah sekian lama menunggu, akhirnya fedora workstation 31 telah resmi di rilis. Ada beberapa hal yang menjadi sorotan penting dalam update kali ini, yaitu penggunaan GNOME 3.34.

Pada versi GNOME kali ini, para developer di seluruh dunia fokus pada penggunaan komputer dengan spek rendah. Jadi, jika kalian mempunyai komputer dengan spek yahhh bisa dibilang pas-pasan dan sudah pernah menggunakan GNOME pasti akan lebih terasa jika ada peningkatan. Hal besar lainnya adalah mereka mengganti penggunaan python 2 dengan python 3, menggingat bahwa python 2 akan berada di akhir hidupnya tepat akhir tahun ini.

Ada beberapa software juga yang kebagian update kali ini, tapi admin bakalan skip ke topik awal tadi. Oke langsung saja, inilah cara update fedora workstation 30 ke fedora workstation 31:

1. Backup dan Update System

Admin kali ini hanya akan mengambil langkah aman dengan menginstall melalui terminal seperti yang dianjurkan di website officiallnya. Dianjurkan kembali untuk membackup seluruh sistem sebelum melakukan update secara penuh demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Silahkan cek How-to-Backup

Silahkan ketik perintah di bawah:

sudo dnf upgrade --refresh


2. Install dnf Plugin

Masih di terminal, silahkan ketik perintah di bawah:

sudo dnf install dnf-plugin-system-upgrade


3. Mulai Update dengan dnf

Jika kalian telah membackup sistem, mengupdate sistem, dan menginstall plugin dnf, sekarang adalah saatnya untuk mengupgrade sistem ke fedora workstation 31. Ketik di terminal:

sudo dnf system-upgrade download --releasever=31

Perintah di atas akan mendownload semua file yang dibutuhkan, lalu menginstallnya secara local. Jika kalian mengalami masalah silahkan tambahkan ‐‐allowerasing

.
sudo dnf system-upgrade download --releasever=31 --allowerasing

Hal ini terjadi biasanya karena ada broken paket atau paket-paket yang telah usang.

4. Reboot dan Upgrade

Setelah semua perintah diatas telah selesai, saatnya reboot dan penginstallan akan berjalan secara otomatis. Ketikan perintah :

sudo dnf system-upgrade reboot
 Berikut tampilan upgrade-nya


Saatnya kalian istirahat dan minum kopi dulu sampai proses instalasi selesai. Jika kalian mengalami masalah, para pengembang Fedora dengan senang hati menerima keluhan kalian di Ask Fedora dan Fedora 31 Common Bugs


Terima kasih yang telah berkunjung selama ini, dan semoga kalian tetap menggunakan Linux tak peduli merek apa yang kalian gunakan, karena dengan tetap menggunakan Linux saja kalian telah memberikan semangat bagi para developer tidak hanya Linux, tetapi bagi seluruh developer di dunia.
 

Rabu, 18 September 2019

27 Perintah Dasar DNF untuk Paket Manager RPM

Baiklah kali ini admin akan membagikan suatu informasi yang sangat berharga bagi pengguna keluarga besar Red Hat Linux. DNF sendiri dapat digunakan di Fedora versi 22 keatas. DNF (Dandified YUM) merupakan penyempurnaan dari YUM itu sendiri. Hal ini karena pendahulunya yaitu YUM mendapat banyak keluhan dari user-nya. DNF dapat mengurangi penggunaan memory, meningkatkan kinerja sistem, lebih cepat dan masih banyak lagi.




Baiklah langsung saja kita ke perintah yang pertama :

1.  Mengecek Versi DNF

Untuk mengetahui versi DNF yang kalian gunakan

#dnf --version



2. Daftar repository yang sedang digunakan

Kalian dapat mengetahui daftar repo apa saja yang sedang kalian gunakan saat ini.

#dnf repolist



3. Daftar semua repository

Kalian dapat mengetahui semua list repository baik yang sedang digunakan dan tidak digunakan.
#dnf repolist all



4.  Daftar semua paket yang tersedia dan terpasang

Akan mendaftar semua paket yang tersedia di repository (yang telah diaktifkan) dan yang telah terpasang.

#dnf list


5. Daftar hanya paket yang telah terinstall

Hanya mendaftarkan semua paket yang telah kalian install.

#dnf list installed


6.  Daftar semua paket yang tersedia

Akan mencantumkan semua paket yang tersedia untuk diinstall dari semua repositori yang diaktifkan.

#dnf list available


7.  Mencari paket

Untuk mencari paket (tidak akan menginstallnya). Menggunakan kata kunci yang kalian ketikan. Contoh dibawah saya ingin mencari aplikasi nano.

#dnf search nano


8. Melihat siapa yang menyediakan file dan sub-packet

Kalian dapat melihat siapa dan darimana sumber paket yang telah kalian install. Contoh dibawah admin akan mencari /bin/bash.

#dnf provides /bin/bash


9. Detail info paket

Kalian juga dapat mengetahui detali paket yang kalian akan install. Contoh dibawah admin ingin detail paket nano sebelum menginstallnya.

#dnf info nano


10. Menginstall paket

Ini merupakan hal yang sangat penting dalam perintah dnf, yaitu menginstall paket. Katakan saja disini admin ingin menginstall nano.

#dnf install nano


11. Mengupdate salah satu paket

Kalian ingin menghemat kuota internet, tapi disini lain kalian ingin memerlukan update salah satu aplikasi. Disini admin akan mengupdate systemd.

#dnf update systemd


12. Update semua aplikasi

Kalian dapat mengupdate semua aplikasi yang terinstall (repository-nya) dengan satu perintah, sama seperti perintah apt-update pada keluarga Ubuntu dan Debian.

#dnf check-update


13.  Update system

Kalian dapat mengupdate sistem termasuk semua aplikasi yang telah terinstall.

#dnf update
atau
#dnf upgrade


14. Hapus paket

Katakan saja kalian ingin menghapus aplikasi nano. Kalian dapat menggunakan dua perintah.

#dnf erase nano
atau
#dnf remove nano


15. Menghapus depedency yang terlantar

Kalian dapat menghapus depedency yang tidak digunakan lagi oleh suatu aplikasi.

#dnf autoremove


16.  Menghapus cached 

Terkadang jika terdapat banyak cached dapat menyebabkan penginstallan suatu aplikasi mengalami kendala. Cached  sendiri merupakan kumpulan informasi suatu paket.

#dnf clean all


17. Mendapatkan detail perintah menggunakan perintah help

Kalian mungkin ingin mengetahui lebih dalam mengenai suatu perintah. Disini admin ingin mendapatkan detail perintah dari clean.

#dnf help clean


18. Daftar semua perintah DNF dan pilihannya

Jika kalian penasaran dan ingin mengetahui semua perinstah dnf dan pilihannya silahkan ketik.

#dnf help


19. Melihat history perinstah dnf

Kalian dapat melihat semua perinstah yang telah kalian ketikan.

#dnf history


20. Daftar paket grup

Perintah "dnf grouplist" akan mencetak semua paket yang tersedia atau diinstal, jika tidak ada yang disebutkan, dnf akan mendaftarka semua grup yang diketahui.

#dnf grouplist


21. Install sebuah paket gruop

Kalian dapat menginstall group sebuah paket  yang telah di gabung. Katakan saja "Educational Software".

# dnf groupinstall 'Educational Software'


22. Update group paket

Contoh disini admin akan mengupdate group paket "Educational Software".

# dnf groupupdate 'Educational Software'


23. Hapus group paket

Cara menghapus group paket yang telah diinstall.

# dnf groupupdate 'Educational Software'


24. Install paket dari repository yang lebih spesifik

Misalkan saja kalian ingin menginstall phpmyadmin dari repository epel.

# dnf --enablerepo=epel install phpmyadmin


25. Menyinkronkan semua paket ke stable-release

Kalian dapat menyinkronkan paket ke yang lebih stabil secara menyeluruh dari repo yang telah kalian aktifkan. Jika tidak ada paket yang di ketikan, secara default perintah ini akan mengupdate semua aplikasi.

# dnf distro-sync 


26. Install ulang paket

Misalkan paket salah satu paket kalian mengalami kendala, kalian dapat menginstall ulang paket tersebut. Disini admin akan menginstall ulang aplikasi nano.

# dnf reinstall nano


27. Downgrade paket

Kalian dapat menurunkan versi sebuah paket ke versi sebelumnya. Contoh dibawah admin akan menurunkan versi dari acpid

# dnf downgrade acpid


Kesimpulan

Ternyata DNF sendiri tidak kalah dengan APT-GET dari keluarga debian dan ubuntu. Banyak sekali perintah dan kegunaannya. Jika dibandingkan dengan pendahulunya yaitu YUM, memang ada beberapa perintah yang kurang. Tetapi dari segi kecepatan dan performa DNF sendiri adalah pemenangnya.

Sekian dari Admin, semoga informasi diatas bermanfaat bagi kalian yang ingin mencoba linux di luar apt-get. Silahkan share ke teman-teman kalian agar mereka juga mengetahuinya. Have a nice DAY!!!


 
 

Sabtu, 14 September 2019

Review Singkat Debian, Ubuntu, Opensuse, Gentoo, Arch, dan Fedora




Image result for all linux distro logo



Setelah sekian lama tidak memposting, akhirnya saya akan lanjut memposting lagi !!! YAY!!!

Baiklah mungkin ada di antara kalian yang penasaran kenapa beberapa bulan terakhir admin jarang memposting. Singkat cerita, yah karena admin sendiri sedang ada kesibukan di dunia nyata. Jadi langsung saja ke pokok pembahasan.



1. Debian




Saya menggunakan debian seri ke 9 dengan kode name Stretch. Seri yang satu ini dalam penginstalannya tergolong mudah, walaupun untuk tampiilan interface sendiri termasuk kaku dan terlihat "tua". Saya menggunakan Desktop xfce? (saya lupa xfce yang ke berapa) untuk pengetesan kali ini. Banyak hal yang harus dilakukan secara manual, contohnya saja adalah saat kalian ingin mengirim data dari hp Android ke laptop, dibutuhkan kerja ekstra agar hal ini memungkinkan. Saya mencari infonya dari blog ke blog, dari forum ke forum, hanya satu jawaban yang benar-benar menjadi solusi. Debian sendiri menurut saya lebih cocok untuk pengguna yang ingin sedikit lebih mengetahui linux. Saya tidak menyarankan kepada pengguna yang sangat baru dalam lingkungan linux langsung menggunakan debian.



2. Ubuntu



Banyak sekali distro berbasis ubuntu yang saya coba, mulai dari Ubuntu itu sendiri, Elementary, Xubuntu, Lubuntu, Kubuntu, Peppermint, dan masih banyak lagi. Semua itu dilandasi rasa penasaran admin tentang "Apa sih perbedaan yang sangat-sangat berbeda hingga disto-distro tersebut dapat dikatakan spesial". Ternyata perbedaan yang paling mencolok adalah pada tampilan diantaranya.

Ada beberapa memang yang menyediakan fitur-fitur unik, sepeti Pepermint linux. Linux yang satu ini menyediakan fitur yang dapat merubah suatu aplikasi web atau halaman web menjadi sebuah aplikasi linux itu sendiri. Tampilan awalnya juga sangat bagus dan modern. Bagi kalian yang baru mulai ke dunia Linux saya juga merekomendasikan untuk mencoba Linux yang satu ini. Kalian juga dapat menggunakan linux Mint.



3. Opensuse

Image result for opensue logo

Ini adalah distro pertama yang admin coba diluar varian Debian family atau Ubuntu family. Admin sendiri mengalami sedikit kesulitan dalam penginstalan partisinya. Sebenarnya distro ini mempunyai packet manager yang sangat bagus yaitu zypper. Kalian juga mempunyai Yast, yaitu tempat untuk mengatur segala sistem linux kalian dengan tampilan GUI.



4. Gentoo

Image result for gentoo logo


Wah, klo yang satu ini sangat-sangat tidak disarankan untuk dicoba untuk pemula. Banyak hal yang dilakukan manual, mulai dari penginstallan sistem operasinya itu sendiri. Kita harus mengkompile kernel, user interface, aplikasi dan masih banyak lagi. Untuk mengkompile kernel sendiri bisa menghabiskan waktu berjam-jam (Jika kalian melakukannya sambil membaca buku panduan dan mempunyai komputer yang burik).

Tapi tentu saja ia juga mempunyai kelebihan. Kalian bisa mendapatkan kinerja komputer seperti baru beli kemarin jika kalian segala pengaturan terhadap sistem kalian. Hal ini dapat terjadi karena tool mereka yang disebut dengan FLAG. Tool ini sendiri memungkinkan kalian untuk membuang beberapa fitur yang tidak digunakan. seperti membuang fitur bluetooth pada komputer yang tidak mempunyai perangkat bluetooth. Secara pribadi, linux ini lebih cocok digunakan oleh komputer yang "Unik" dan bagi orang-orang yang ingin tahu lebih dalam tentang linux.


5. Arch

 Image result for arch logo

Penginstalannya hanya dapat dilakukan melalui terminal. Jika kalian sudah selesai menginstall, kalian pasti menyadari betapa cepat dan ringannya komputer kalian. Bagi yang hanya ingin langsung bekerja tanpa harus susah-susah mengatur setiap sistem kalian terus-terusan, Admin gak nyaranin. Kenapa? karena setiap penginstallan aplikasi atau update sistem merupakan tantangan. Terakhir kali pake arch linux, layar jadi hitam semua gara-gara nginstall aplikasi libreoffice.



6. Fedora
 Image result for fedora logo


Nah ini distro yang admin lagi pake saat ini. Masih dalam tahap adaptasi sih. Jadi belum banyak yang dapat disampaikan. Untuk kesan pertamanya sih bagus, belum ada banyak kendala.


Nah sekian dulu dari Admin, maaf kalo jarang update. Mungkin kedepannya admin sendiri akan membuat review yang lebih mendalam satu persatu dari distro-distro linux yang admin sudah coba. Have a n i c e day!!!